Beranda » Religi » 5 Hikmah Perpindahan Kiblat Yang Wajib Kamu Ketahui
Perpindahan Kiblat

Perpindahan Kiblat

Hikmah Perpindahan Kiblat

Apabila bicara soal kiblat, maka yang pertama kali muncul di pikiran kita adalah Ka’bah Masjidil Haram. Karena, seluruh muslim dimanapun mereka berada pasti mengerjakan ibadah sholat menghadap ke Ka’bah. Namun, tahukah kamu sebelum Ka’bah, Rasulullah sempat menjadikan Baitul Maqdis sebagai arah kiblat bagi umat muslim.

Sebelumnya, berdasarkan dari keterangan Ibnu Hajar al-’Asqalani Dari riwayat Ibnu Juraij, Rasulullah SAW saat melaksanakan shalat pertama kalinya beliau arahnya menghadap ke Ka’ bah kemudian berpindah arah ke Baitul Maqdis. Fenomena Rasulullah yang terjadi ini terjadi tatkala beliau menetap di Makkah dan satu tahun lebih di Madinah.

Baca juga : Bagian-bagian yang ada di Ka’bah

Peristiwa ini juga menjadi titik balik di dalamnya bagi umat islam yang terkandung juga banyak sekali pelajaran. Berikut ada beberapa hikmah perpindahan kiblat yang bisa kamu ambil.

5 Hikmah Perpindahan Kiblat

 1. Perpindahan kiblat ini menegakkan kehormatan kepada Allah SWT, karena ini menjadi tujuan arah umat islam untuk melaksanakan ibadah. Jika arahnya berbeda Allah SWT berfirman :

وَلِلَّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ ۚ فَأَيْنَمَاتُوَلُّوا فَثَمَّ وَجْهُ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Artinya : “Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemana pun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Q.S Al-Baqarah : 115)

2. Hikmah yang dapat di ambil dari perpindahan kiblat selanjutnya ialah supaya mendorong manusia untuk mengubah nasibnya. Selain itu juga, untuk memperbaiki hubungan seorang hamba kepada Tuhannya supaya bisa menjadi seorang hamba yang patuh, taat dan berubah jadi lebih baik.

Sebagaimana firman Allah SWT di dalam Al-Qur’an yang berbunyi :

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

Artinya : “…Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (Q.S Ar Rad : 11)

3. Hikmah perpindahan kiblat berikutnya merupakan pengujian semua orang-orang yang beriman . Ketika mereka menerima perintah dari Allah SWT untuk memindahkan arah kiblat dari Masjidil Aqsa ke arah Ka’bah.

Sebagaimana firman Allah STW di dalam Al-Qur’an sebagai berikut :

سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

Artinya : “… mereka mengatakan, kami dengar dan kami taat. (Mereka Berdo’a), Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.” (Q.S Al-Baqarah : 285)

Dan adapun terhadap kaum musyrik, perpindahan kiblat ini meningkatkan kekafiran mereka yang tidak beriman kepada Allah SWT dan para Rasul-Nya.

4. Akibat dari perpindahan arah kiblat sudah diketahui oleh Nabi SAW sebelumnya. Akibat itu memang terjadi sebagaimana diberitahukan di dalam Al-Qur’an. Dalam ayat tersebut dijelaskan :

سَيَقُولُ السُّفَهَاءُ مِنَ النَّاسِ مَا وَلَّاهُمْ عَنْ قِبْلَتِهِمُ الَّتِي كَانُوا عَلَيْهَا

Artinya : “Orang-orang yang kurang akalnya diantara manusia akan berkata : “Apa yang memalingkan mereka (umat islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya.?” (Q.S Al-Baqarah : 142)

5. Dengan adanya pergantian arah kiblat menguatkan daerah tersebut memang benar-benar berada di posisi tengah sesuai dengan letak geografis, itulah sebabnya tempat tersebut terpilih sebagai tempat penutup risalah.

Dari jazirah yang letaknya tengah-tengah bumi, Allah telah menjelaskan di dalam firman-Nya yang berbunyi sebagai berikut :

لِتُنْذِرَ أُمَّ الْقُرَىٰ وَمَنْ حَوْلَهَا

Artinya :”Supaya kamu memberi peringatan kepada ummul Qura (penduduk Makkah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya.” (Q.S Asy-Syuraa : 7)

Kiblat yang diberikan oleh Allah bagi umat islam ini merupakan kiblat yang tepat bagi mereka dan merekalah ahlinya. Tempat tersebut merupakan posisi yang paling tengah dan disediakan bagi umat yang terbaik.

Nabi Muhammad SAW pun memindahkan kiblat umat islam berdasarkan firman Allah SWT. Kiblat umat islam menjadi Masjidil Haram di Makkah. Bukan lagi Masjidil Aqsa, itu terjadi pada bulan Sya’ban. Wallahu ‘alam.

Demikian penjelasan mengenai hikmah perpindahan kiblat, semoga artikel yang kami buat bisa membantu dan mempermudah para pembaca untuk mengetahui tentang arah kiblat dan Ka’bah lebih dekat lagi.

Baca juga : Fakta menarik Arab Saudi yang harus kamu ketahui

 

 

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.